Euro4 Mobil Niaga Ditunda Ke 2022 Apa Kata Isuzu?

Jakarta – Dalam keadaan ketidakpastian akibat pandemi co-19, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berusaha memetakan perubahan signifikan terkait peraturan pemerintah yang memengaruhi bisnis di segmen kendaraan komersial di Indonesia.

Perubahan ini disebabkan oleh penerapan ketat peraturan anti-ODOL (Over Load, Over Dimesion), penerapan bahan bakar bio-diesel B30, dan penerapan EURO4 pada kendaraan komersial.

Regulasi anti-ODOL sebenarnya bukan kebijakan baru, tetapi dengan semakin tegasnya pemerintah dalam mengatasi kendaraan komersial yang kelebihan muatan dan terlalu besar, ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menciptakan ekosistem yang sehat untuk pebisnis dan untuk keamanan pengendara di jalan. Dengan penegasan penerapan aturan anti-ODOL dari sudut pandang operator truk, itu akan meningkatkan beban operasional dan biaya logistik dasar. Pengusaha harus menemukan cara untuk merampingkan biaya kepemilikan dan pengoperasian kendaraan komersial. B

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan implementasi bahan bakar diesel B30 pada kendaraan komersial, dengan kebijakan ini muncul kekhawatiran dari pengusaha tentang kondisi kendaraan komersial yang mereka gunakan. Dalam hal ini, Isuzu telah melakukan studi dan penyesuaian, dan Isuzu menyatakan bahwa unit siap menggunakan bahan bakar B30 dengan tetap mempertahankan perawatan rutin.

Mengenai pandemi Covid-19, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menunda implementasi EURO4 pada kendaraan komersial yang direncanakan untuk April 2021 untuk ditunda hingga April 2022.

Isuzu sebagai bagian dari GAIKINDO (Asosiasi Industri Otomotif Indonesia) menyetujui langkah pemerintah untuk menunda implementasi kebijakan EURO4. Ini didasarkan pada filosofi ekonomi yang akan membuat pebisnis enggan berinvestasi di kendaraan komersial. Sebagai mitra, Isuzu Indonesia tentu menyadari bahwa ini tentu akan membebani pebisnis karena biaya investasi untuk mengganti seluruh armada tidak akan murah.

Namun, PT Isuzu Astra Motor Indonesia sebagai perusahaan manufaktur kendaraan komersial masih mendukung peraturan pemerintah tentang penerapan EURO4 karena dalam jangka panjang akan meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global.

Isuzu sendiri, telah memperkenalkan teknologi mesin commonrail yang menjadi standar ketika kebijakan EURO4 diimplementasikan sejak 2011 di unit Isuzu Giga.

"Isuzu GIGA adalah media truk pertama di Indonesia yang sudah menggunakan mesin umum yang bertuliskan EURO4, dan saat ini kami sedang mempersiapkan segalanya ketika implementasi berlangsung, seluruh ekosistem kami sudah siap," jelas Ernando Demily Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Koboi Bang, Isuzu

Pos Mobil Komersial Euro4 Ditunda ke 2022 Apa Isuzu Said? muncul pertama kali di Magz Automotive.