Cara Merawat Wrapping Sticker Mobil Dengan Benar 2020

Gading Autowrap – Wrapping sticker menjadi salah satu pilihan masyarakat di Indonesia saat ini untuk membuat tampilan mobilnya menjadi lebih menarik. Salah satu keunggulannya, wrapping juga bisa mengekspresikan pribadi dari si pemilik dengan kesan sporty, elegan, ataupun bisa juga dengan decal-decal karakter favorit.

Banyak bagian yang bisa di-wrapping dari bodi mobil, misalkan menghitamkan bagian kap mesin, hiasan di windshield ala mobil balap, atap mobil menjadi ala-ala black top, hingga full body.

Wrapping mobil sendiri dipilih karena harganya yang cukup terjangkau, ketimbang mengecat suatu panel mobil. Alasan lain misal saat sang pemilik sudah merasa bosan dengan tampilan mobilnya, bisa langsung diubah tanpa merusak dari cat asli mobil itu sendiri.

Lalu bagaimana cara merawat sticker wrapping tersebut? lebih sulitkah dengan merawat cat asli mobil? Jawabannya tidak juga .

Perawatannya sama saja dengan biasanya. Tinggal cuci saja. Namun yang berbeda adalah, kalau wrapping sticker glossy masih bisa menggunakan wax. Berbeda dengan doff yang tidak boleh diberi wax, karena akan menimbulkan bercak nantinya. Lebih baik hanya dengan kain basah saja. Selebihnya dari perawatan semua sama.

Jika dirawat dengan benar, wrapping sticker ini cukup awet . “Prinsipnya hampir sama dengan merawat cat body asli, asalkan tidak sering dijemur atau kena hujan. Warna stiker ini bisa bertahan hingga 3-4 tahun. Namun jika sering terjemur, ketahanan warna bisa mencapai 2 tahun. Sama dengan cat mobil kalau tidak dirawat akan kusam warnanya,”

Stiker ini diklaim tidak akan merusak cat asli, selama mobil belum repaint. Namun jika mobil sudah mengalami repaint, ada kemungkinan pernis dari mobil tersebut akan mengangkat. Apalagi kalau bukan dengan cat asli. Namun selama cat masih bawaan pabrik, pemakaian stiker ini akan aman untuk melindungi mobil anda.