15 Industri Perakitan Sepeda Motor Listrik Sudah Kantongi NIK

Jakarta, November 2020 – Kementerian Perindustrian semakin serius mendorong pengembangan kendaraan berbasis listrik untuk mendukung upaya penurunan emisi karbon. Selain itu, memberikan peluang baru bagi perekonomian dan sumber daya alam hilir serta penguatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika dalam mendukung produktivitas industri nasional ke depan.

Direktur Jenderal Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan pemerintah terus mengakselerasi penerapan teknologi dan meningkatkan investasi di sektor otomotif nasional, termasuk percepatan pengembangan listrik dua. kendaraan roda, roda tiga dan roda empat atau lebih. berbasis listrik serta baterai hibrida ringan dan hibrida yang kuat. “Saat ini kami telah menyelesaikan regulasi terkait road map kendaraan listrik berbasis baterai listrik yang merupakan turunan dari Perpres 55/2019,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/11).

Taufiek menjelaskan, potensi pengembangan kendaraan listrik juga membuka prospek bisnis baru, seperti pengembangan jenis kendaraan Mesin pembakaran internal (ICE) yang saat ini masih memberikan kontribusi hingga 99% dari PDB industri otomotif nasional. “Tahun 2025 ditargetkan 20 persen produksi otomotif nasional berupa kendaraan listrik seperti hibrida, colokkan hybrid, dan mobil EV berbasis baterai, "katanya.

Menurut Taufiek, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai seiring dengan meningkatnya minat investasi baterai listrik dan kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya, bahan baku nikel, kobalt, dan mangan cukup melimpah di dalam negeri, yang bisa menjadi tulang punggung pengembangan kendaraan listrik.

Selain itu, pendalaman struktur industri kendaraan listrik membutuhkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga tahun 2030 dengan program tersebut. Knock Down tidak lengkap (IKD) atau Benar-benar Knock Down (CKD) yang didorong untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal di dalam negeri. “Lambat laun kita sudah menguasai aki listrik, dan produksi kendaraan listrik dalam negeri,” imbuhnya.

Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Restu Yuni Widayati mengatakan, industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai bisa dimulai dari industri sepeda motor listrik. Hal ini didukung oleh nilai investasi awal yang relatif rendah dengan tenaga kerja yang minim, serta pangsa pasar produk sepeda motor listrik yang relatif besar di Indonesia karena produk sepeda motor listrik mampu bersaing dengan produk sepeda motor konvensional dalam hal "total biaya kepemilikan".

Saat ini terdapat 15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah memperoleh Nomor Induk Kendaraan Bermotor (NIK) dari Kementerian Perindustrian sebagai salah satu syarat suatu perusahaan dapat memproduksi kendaraan bermotor, dengan kapasitas produksi sepeda motor listrik sebesar 877 ribu. unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.429 orang.

Sedikit berbeda dengan industri roda empat atau lebih yang membutuhkan investasi awal yang cukup besar dan tenaga kerja yang cukup banyak sehingga hingga saat ini baru PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) yang sudah mempunyai fasilitas produksi bus listrik di Indonesia dengan kapasitas produksi 100 unit per bulan atau 1.200 unit per tahun, ”ujarnya.

Restu menambahkan, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia selain untuk mendukung pencapaian target pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030 juga akan mampu menarik investasi di industri komponen. sektor dan lainnya.

Bang Cowboy, NIK

Pos 15 Industri Perakitan Motor Listrik Telah Mengantongi NIK muncul pertama kali di Automotive Magz.